Zawawi Imron : Mengurus Tanah Air dengan Hati yang Indah adalah Budaya Nenek Moyang

oleh -3.486 views
Suasana Pelaksanaan Kegiatan Kongres Budaya ke II tahun 2018 di Jakarta. FOTO LP-SMIET

LiputanPalu.com.JAKARTA- Salah Satu diantara Sejumlah Budayawan yang menerima Penghargaan Dari Presiden RI Ir.Joko Widodo pada kegiatan Kongres Budaya Ke 2 tahun 2018 pada akhir pekan lalu yakni D.Zawawi Imron

Zawawi Imron yang mendapat kesempatan naik Panggung berpidato atas nama perwakilan Seniman dan Budayawan Indonesia pada kesempataan itu menyatakan bahwa Kongres Kebudayaan menandakan bakal datangnya warna dan harkat baru dalam kebudayaan Indonesia. ” Kongres Kebudayaan Indonesia ini telah benar-benar menjadi ajang Kreativitas tentang bagaimana bangsa Indonesia ini ke depan,” kata Zawawi.

Sehingga menurut Zawawi dalam upaya untuk membawa Indonesia yang semakin maju dan mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain, membutuhkan hati masyarakat yang indah. ” Butuh hati bersih dan indah agar tidak cekcok, tidak ada fitnah yang bisa mengadu domba kita”.sebutnya

Dia menambahkan bahwa beragam peserta yang ikut dalam Kongres Kebudayaan merupakan cerminan tentang Tanah Air Indonesia yang subur dan indah. Karena itu, Indonesia harus diurus dengan budi pekerti. “ Budayawan, bertekad turut mengejar ketertinggalan dari negara lain. sehingga Indonesia tidak hanya sejajar dengan negara negara maju, tapi nama Indonesia harum di tengah-tengah kebudayaaan dunia.tandasnya

Baca Juga  Walikota Dorong Peningkatan Kapasitas Keilmuwan Bidan melalui Midwifery Update 2020

Lebih lanjut kata Zawawi mengutarakan bahwa mengurus tanah air dengan hati yang indah sudah menjadi budaya dari nenek moyang orang Bugis, yang bunyinya “Berpikirlah kamu dengan hati jernih maka kemuliaan akan menyelimuti hatimu”. ucapnya

Kata Zawawi Budaya masyarakat Indonesia ke depan adalah masyarakat budaya yang berakal sehat kolektif, sesama manusia tidak saling bertengkar. ” Hati dari kebudayaan yang indah tidak punya waktu berkelahi, mereka tidak punya waktu untuk menjelek-jelekkan orang lain yang ada adalah kebersamaan memuliakan dan memerdekakan rakyat dari segala macam ancaman,kuncinya.

Kegiatan Kongres Kebudayaan ke II yang ditutup oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo itu dimeriahkan oleh berbagai agenda Pertunjukan Seni dan Budaya se Indonesia selain itu diisi dengan agenda kegiatan lainnya yakni Penyerahan sejumlah penghargaan kepada para Budayawan dan Seniman Indonesia. (Laporan Reporter LiputanPalu.com Smiet dari Jakarta)