Guru Besar FKM UNHAS: Lockdown Kurangi Risiko Penularan COVID-19

oleh -694 views
Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH.,Ph.D (Guru Besar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas, Alumni Public Health Leadership Program, Griffith University Australia)

Banyak negara yang telah melakukan kebijakan lockdown atas meningkatnya risiko penularan Covid-19 baik dalam konteks global, nasional maupun wilayah-wilayah tertentu. Menurut Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin “istilah lockdown ini tidak terlalu banyak dokumen WHO yang menjelaskan tentang itu, cukup terbatas”. Lebih lanjut ia menjelaskan, “Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci atau kuncian. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Corona atau COVID-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara. Tujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus Corona tidak menyebar lebih jauh lagi. Jika suatu daerah dikunci atau dilockdown, maka semua fasilitas publik harus ditutup. Sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas. Aktivitas warganya pun dibatasi, bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam”.

Baca Juga  ART TURUN LANGSUNG  CEK DATA PENERIMA DANA STIMULAN DI UJUNA