SATGAS K5 UJUNA TERTIBKAN BANGUNAN LIAR DIPINGGIR SUNGAI

oleh -433 views

Lipitanpalu. com – Pemerintah Kelurahan Ujuna bersama Satgas K5 Setempat melakukan aksi penertiban berupa Peringatan kepada salah seorang warga Pemilk Bangunan Rumah yang berada di bibir Sungai Palu, belum lama ini

Lurah Kelurahan Ujuna Rusdin ,S.Sos kepada Media ini menuturkan bahwa bangunan tersebut telah melanggar Perda dan melewati garis sempadan sungai sehingga harus ditertibkan

“ Kita sudah memberi peringatan kepada pemilik rumah tersebut untuk segera membongkarnya, namun kalau tidak diindahkan maka saya akan meminta bantuan personil Polisi Pamong Praja yang akan membongkar rumah tersebut.kata Lurah Ujuna Rusdin

Menurutnya Tindakan itu dilkukan guna menegakan aturan tentang adanya batasan pendirian bangunan khusunya didaerah bantaran sungai selain itu hal tersebut juga akan mengancam keselamatan warga tersebut

“ Kami melakukan tindakan persuasive dan meminta kepada yang bersangkutan untuk segera membongkarnya sendiri,tandasnya


Sementara Bhabinkantibmas kelurahan Ujuna Bripka Supratman yang dimintai keterangan menambahkan bahwa terkait aksi tersebut pihaknya bersama Aiptu Fredrik Dibbetz turun kelokasi serta Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Ujuna, Babinsa Ujuna ,Tim satgas K-5, Lembaga adat, dan Ketua RT 004 RW 002 Ujuna

Baca Juga  Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Lima WNI yang Disandera Abu Sayyaf

“ Kami menanggapi laporan problem solving perihal “bangunan liar yang di bangun di bantaran sungai palu” oleh warga sekitar, sehingga tim langsung mendatangi lokasi,kemudian mengundang pemilik bangunan atas nama Bapak ambo dale ( 55) untuk diberikan pemahaman.kata Supratman

Bripka Supratman juga menjelaskan mengenai kawasan lindung milik pemerintah dan larangan mendirikan bangunan di bantaran sungai serta teguran bahwa pembangunan di sekitaran bantaran sungai melanggar peraturan pemerintah yang sudah diatur dalam (Perda) Kota Palu Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW)

“ Khusus kepada Pemilik bangunan kami telah memberikan batas waktu pembongkaran selama 2 (dua) minggu,disekitar lokasi kami juga menghimbau warga sekitar bantaran sungai agar tetap menaati peraturan pemerintah serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan juga menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di wilayah bantaran sungai,tutupnya. (AH)