Bantulah Pemerintah Cegah COVID-19, dengan Berdiam Diri di Rumah

oleh -568 views
Sirajuddin, SP.M.Kes, RD, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan Ketua Program Studi  Sarjana Terapan Gizi & Dietetika Politeknik Kesehatan Makassar

LiputanPalu.com – Berdiam diri di rumah, menjadi  jalan paling aman untuk menyelamatkan nyawa banyak orang dari COVID-19. Banyak kalangan sama sekali tidak memahami maksud berdiam diri dirumah, karena merasa yakin bahwa ia tidak akan tertular dan akan merasa aman aman saja.  Pandangan dan keyakinan ini,  bukan tindakan yang bijaksana bagi setiap orang.  Informasi yang kurang  tepat dan salah kaprah terkait COVID-19 yang meyakini bahwa ini adalah flu biasa dengan gejala yang berat dan dapat sembuh sendiri.  Ada beberapa yang perlu diperhatikan  terkait sifat flu pada COVID-19 yaitu bahwa penyebarannya sangat cepat diantara semua penyakit  menular yang pernah ada. Kecepatan penularan disebabkan interaksi antara  satu orang ke orang lain sangat tinggi, sehingga dalam hitungan minggu setiap daerah  yang sudah ditemukan kasus akan meningkat dua kali lipat.  Apa konsekuensinya dengan peningkatan jumlah pasien yang pesat?.

Pertama, jika wabah ini tidak terkendali,  maka  fasilitas pelayanan kesehatan tidak akan mampu menampung seluruh pasien yang dinyatakan kasus positif, sehingga hanya pasien yang memiliki gejala sangat berat yang akan masuk di ruang isolasi bertekanan negatif .Pada tanggal 22 Maret 2020, pemerintah telah menetapkan wisma atlet sebagai Rumah Sakit Darurat, untuk menampung  pasien dengan gejala ringan.  Ini pun bukan tanpa dilema, karena  rumah sakit darurat masih berisiko sebagai pusat penularan COVID-19, jika tidak dipatuhi 100% social distancing atau jarak aman antar orang  minimal 2 meter. Kita dapat saksikan melalui siaran layar TV, betapa petugas kewalahan memperingatkan  awak media untuk  menjaga jarak saat siaran pers berlangsung. Ini  bentuk disiplin masyarakat Indonesia yang sangat rendah.

Baca Juga  REMAIN VERSUS OF CORONA VIRUS